Tampilkan postingan dengan label War. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label War. Tampilkan semua postingan

Perang Akhir Zaman Bakal Menggunakan Senjata Tradisional


Perang Akhir Zaman Bakal Menggunakan Senjata Tradisional

Hal ini bermula dengan sebuah peperangan besar yang melibatkan banyak bangsa di dunia. Pertempuran dahsyat ini dikenali sebagai Armageddon, di mana lokasi utama perang ini adalah di lembah Megiddo/Mageddon, Palestin. Mungkin ada yang menganggap Perang Armageddon hanyalah sebuah filem rekaan hollywood. Realitinya hollywood yang didokong oleh yahudi sememangnya ingin memesongkan fakta tentang Armageddon ini melalui propaganda filem. Padahal di kalangan para ahli kitab mereka telah mengkaji tentang peperangan ini dan senantiasa bersiap sedia untuk menghadapinya.


Sebutan Armageddon sebenarnya tidak terdapat dalam mana-mana Hadis. Hanya disebut dalam kajian-kajian sarjana Kristen dan Ahli Kitab. Menurut bahasa Ibrani, Ar bermaksud gunung atau bukit. Mageddo pula adalah nama sebuah lembah di Palestin. Sebuah tempat yang cukup strategik dari segi peperangan. Perang ini juga dikatakan sebagai perang habis-habisan dengan menggunakan seluruh kekuatan pelbagai peralatan senjata moden yang canggih. Mungkin perang itu adalah Perang Dunia ketiga yang disebut-sebut sebagai Perang Nuklear.

Ramai yang mengatakan Perang Dunia Ketiga, bom nuklear akan digunakan. Ada diceritakan juga dalam kitab Bahrul Mazi. Perang Dunia Ketiga yang diramal akan berlaku dalam tempoh yang singkat. Tetapi, kemusnahannya amat dahsyat. Sehingga dikatakan dunia selepas itu akan kembali menjadi seperti Zaman Pertengahan di mana siri peperangan seterusnya, bala tentera akan hanya menunggang kuda serta bersenjatakan pedang seperti perang zaman dahulu.

Adakah Albert Einstein tidak mahu mengakui Perang Dunia Ke-3 ini bakal menggunakan teknologi bom nuklear yang merupakan hasil ciptaannya? Dan selepas itu, Perang Dunia Ke-4 dikatakan akan meletus yang mana senjata yang digunakan adalah pedang. Ini disebabkan teknologi semua tidak boleh digunakan lagi pada masa itu dek kerana kesan EMP (electromagnetic pulse) daripada senjata nuklear itu sendiri semasa tercetusnya Perang Dunia Ketiga. Jadi, kekuatan bala tentera ketika Perang Dunia Keempat nanti adalah seimbang dan tidak berat sebelah kerana semuanya menggunakan peralatan perang yang sama.

Penemuan Tembok Ya`juj dan Ma`juj


Penemuan Tembok Ya`juj dan Ma`juj

20JUN
Tulisan saya kali ini sengaja mengajak Anda sekalian untuk kembali mengulik sejarah masa lalu. Dan yang menjadi bahasan kali ini adalah mengenai kaum barbar yang diberi nama Ya’juj dan Ma’juj. Kaum ini adalah kaum yang kasar dan biadab. Jika mereka melewati sebuah perkampungan, mereka pun membabat semua yang menghalangi dan merusak atau bila perlu membunuh penduduk. Karenanya, ketika Dzulkarnain datang, penduduk minta dibuatkan benteng agar mereka (Ya`juj dan Ma`juj) tidak dapat menembus dan mengusik ketenangan penduduk.
Untuk lebih jelasnya berikut ini diberikan uraian lengkapnya:
1. Asal usul
Kata Ya’juj dan Ma’juj berasal dari kata ajja atau ajij dalam wazan Yaf’ul; kata ajij artinya nyala api. Tetapi kata ajja berarti pula asra’a, maknanya berjalan cepat. Itulah makna yang tertera dalam kamus Lisanul ’Arab. Ya’juj dan Ma’juj dapat pula diibaratkan sebagai api menyala dan air bergelombang, karena hebatnya gerakan.
Ya’juj  dan Ma’juj diuraikan dua kali dalam Al-Qur`an. Yang pertama diuraikan dalam surat Al-Kahfi, sehubungan dengan uraian tentang gambaran Dajjal. Menjelang berakhirya surat Al-Kahfi, diuraikan tentang perjalanan Raja Dzulkarnain ke berbagai jurusan untuk memperkuat tapal-batas kerajaannya.
Di antara tanda kiamat Kubra adalah keluarnya Ya’juj dan Ma’juj dari kurungannya. Keluarnya mereka sebagai tanda kiamat Kubra akan terjadi dan wajib kita imani karena dalil-dalil telah jelas menetapkannya. Adapun tanda kiamat Kubra, di antaranya disebutkan dalam hadits Hudzaifah bin Usaid Al-Ghifari RA:
Rasulullah melihat kami ketika kami tengah berbincang-bincang. Beliau berkata: “Apa yang kalian perbincangkan?” Kami menjawab: “Kami sedang berbincang-bincang tentang hari kiamat.” Beliau berkata:“Tidak akan terjadi hari kiamat hingga kalian lihat sebelumnya sepuluh tanda.” Beliau menyebutkan: “Dukhan (asap), Dajjal, Daabbah, terbitnya matahari dari barat, turunnya Isa as, Ya’juj dan Ma’juj, dan tiga khusuf (dibenamkan ke dalam bumi) di timur, di barat, dan di jazirah Arab, yang terakhir adalah api yang keluar dari Yaman mengusir (menggiring) mereka ke tempat berkumpulnya mereka.” (HR. Muslim no. 2901)
Selain itu, Ya`juj dan Ma`juj dalam hadits dari Zainab Binti Jahsh (isteri Nabi SAW), di jelaskan; “Nabi SAW bangun dari tidurnya dengan wajah memerah, kemudian bersabda; “Tiada Tuhan selain Allah, celakalah bagi Arab dari kejahatan yang telah dekat pada hari kiamat, (yaitu) telah dibukanya penutup Ya`juj dan Ma`juj seperti ini!” beliau melingkarkan jari tangannya. (Dalam riwayat lain tangannya membentuk isyarat 70 atau 90), Aku bertanya; “Ya Rasulullah SAW, apakah kita akan dihancurkan walaupun ada orang-orang shalih ?” Beliau menjawab; “Ya, Jika banyak kejelekan.” (HR. Ahmad, Al-Bukhari dan Muslim)
Sedangkan Allah SWT berfirman tentang Ya`juj dan Ma`juj ini:
“Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya`juj dan Ma`juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (Hari berbangkit), maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir. (Mereka berkata); “Aduhai celakalah kami, sesungguhnya kami adalah dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang yang zalim” (QS. Al-Anbiyaa` [21] : 96)
Mengenai garis asal usul tentang siapa sebenarnya kaum ini para ulama telah berbeda pendapat, namun mereka sepakat bahwa Ya`juj dan Ma`juj termasuk spesies manusia. Ada yang menyebutkan dari sulbi Adam AS dan Hawa atau dari Adam AS saja. Ada pula yang menyebut dari sulbi Nabi Nuh AS dari keturunan Syis/At-Turk menurut hadits Ibnu Katsir. Sebagaimana dijelaskan dalam tarikh, Nabi Nuh AS mempunyai tiga anak, Sam, Ham, Syis/At-Turk. Ada lagi yang menyebut keturunan dari Yafuts Bin Nuh. Menurut Al-Maraghi, Ya`juj dan Ma`juj berasal dari satu ayah yaitu Turk, Ya`juj adalah At-Tatar (Tartar) dan Ma`juj adalah Al-Maghul (Mongol), namun keterangan ini tidak kuat.
2. Ciri-ciri kaum Ya`juj dan Ma`juj
Walaupun mereka dari jenis manusia keturunan Nabi Adam, namun mereka memiliki sifat khas yang berbeda dari manusia biasa. Ciri utama mereka adalah perusak dan jumlah mereka yang sangat besar sehingga ketika mereka turun dari gunung seakan-akan air bah yang mengalir, tidak pandai berbicara dan tidak fasih, bermata kecil (sipit), berhidung kecil, lebar mukanya, merah warna kulitnya seakan-akan wajahnya seperti perisai dan sifat-sifat lain.
Mengenai ciri-ciri mereka terdapat sebuah hadits di Musnad Imam Ahmad (5/271), Al-Haetsami di Majmauz Zawaid (8/9) berkata tentangnya: “Rawi-rawinya adalah rawi-rawi Ash-Shahih.” Hadits tersebut menjelaskan bahwa mereka berwajah lebar seperti tameng yang menonjol dengan rambut merah kecoklatan, mata sipit, datang dengan cepat dari tempat yang tinggi.
Selain itu Rasulullah SAW berkhutbah dalam keadaan jarinya terbalut karena tersengat kalajengking. Beliau bersabda:
“Kalian mengatakan tidak ada musuh. Padahal sesungguhnya kalian akan terus memerangi musuh sampai datangnya Ya’juj dan Ma’juj, lebar mukanya, kecil (sipit) matanya, dan ada warna putih di rambut atas. Mereka mengalir dari tempat-tempat yang tinggi, seakan-akan wajah-wajah mereka seperti perisai” (HR. Ahmad)
3. Sifat dan kelakuan kaum Ya`juj dan Ma`juj
Dalam surat Al-Kahfi, Allah menjelaskan bahwa Ya’juj Ma’juj dikurung oleh Dzulkarnain dengan baja karena mereka berlaku biadab dan berbuat kerusakan di muka bumi, sehingga mereka tidak bisa keluar darinya sampai tiba saatnya janji Allah.
Firman Allah SWT:
“Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan. Mereka berkata: ‘Hai Dzulqarnain, sesungguhnya Ya’juj wa-Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka.’ Dzulqarnain berkata: ‘Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka. Berilah Aku potongan-potongan besi.’ Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulqarnain: ‘Tiuplah (api itu)’, hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata: ‘Berilah Aku tembaga (yang mendidih) agar aku tuangkan ke atas besi panas itu.’ Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melobanginya. Dzulqarnain berkata: ‘Ini (dinding) adalah rahmat dari T

Perang Antara Para Titan dan Olympian


Perang Antara Para Titan dan Olympian


Setelah kematian Uranus, dunia pun sekali lagi kembali dalam kedamaian. Cronus, raja para Titan, dan Rhea, yang merupakan saudara perempuannya juga istrinya, mengatur segalanya dengan baik. Malangnya, kutukan ayahnya, Uranus, selalu menghantui Chronus siang dan malam. Apakah mungkin bahwa suatu hari nanti dia pun akan memiliki anak yang menjatuhkannya?

Suatu hari, Rhea mengumumkan bahwa dalam waktu dekat dia akan melahirkan seorang bayi, tetapi suaminya tidak senang mendengarnya. Cronus sangat takut sejarah akan terulang kembali, yang mana faktanya, bahwa da sendirilah yang nantinya akan mengulangi sejarah itu sendiri. Seperti ayahnya dahulu, Cronus berpikir bahwa jika dia bisa menghalangi anak-anaknya tumbuh besar, maka tidak akan ada anaknya yang cukup kuat untuk menjatuhkannya. Maka, ketika Rhea melahirkan anak pertamanya, Cronus dengan segera merenggut dan menelan utuh anaknya. Rhea merasa ketakutan dan juga bersedih karena kehilangan anak pertamanya. Dengan cara yang sama, Cronus menelan 4 anak selanjutnya yang dilahirkan oleh Rhea, dan Rhea pun bersumpah untuk mendapatkan anak-anaknya kembali bagaimanapun caranya.

Ketika Rhea menyadari bahwa dia hamil untuk keenam kalinya, dia telah menemukan rencana untuk untuk mengelabui suaminya dan menyelamatkan anaknya yang baru lahir agar tidak ditelan oleh suaminya. Maka, ketika waktu kelahiran anak telah dekat, Rhea pura-pura telah melahirkan anaknya. Dia mengambil batu besar dan membungkusnya dengan selimut bayi. Ketika Cronus datang untuk menelan anaknya yang baru lahir itu, Rhea memberikannya batu yang telah diselimuti tadi. Karena Cronus sangat fokus untuk menelan anaknya itu, dia sampai tidak menyadari bahwa dia telah dikelabui.



Tak lama kemudian, ketika waktunya sudah tiba bagi Rhea untuk benar-benar melahirkan anaknya, dia pergi ke pulau Crete. Disana, jauh dari pantauan suaminya, Rhea secara rahasia melahirkan anaknya, yang dinamainya Zeus. Dia adalah anak yang tampan dan gagah, dan Rhea tahu, bahwa ketika Zeus tumbuh besar, Zeus akan menjadi seorang dewa yang benar-benar kuat. Rhea menyadari bahwa dia tidak bisa kembali ke rumah kepada  suaminya dengan membawa anaknya. Cronus pasti akan mencoba menelan anaknya itu, seperti yang telah dilakukannya pada anaknya yang lain. Maka dari itu, untuk melindugi Zeus, Rhea meninggalkan Zeus untuk tumbuh besar secara rahasia di pulau Crete dimana dia disusui oleh kambing dan dibesarkan oleh dewa-dewi lokal yang disebut Nymph. Ketika Zeus masih kecil, Cronus tidak pernah curiga bahwa dia telah dikelabui oleh Rhea dan bahwa dia sebenarnya memiliki batu yang bersarang didalam perutnya.

Ketika telah beranjak dewasa, Zeus pergi dari Crete untuk menemui ibunya. Rhea pun mengatur agar Zeus dijadikan pelayan dari ayahnya. Cronus tidak mengetahui bahwa pelayan barunya itu sebenarnya adalah anaknya. Suatu hari, Zeus membawakan ayahnya segelas anggur merah, dan Cronus langsung meminumnya. Anggur merah itu sebenarnya mengandung ramuan spesial, yang membuat Cronus muntah. Cronus merasa sangat sakit sampai-sampai diapun memuntahkan batu berselimut bayi yang dulu ditelannya. Lalu dia memuntahkan semua anak-anaknya yang dulu telah ditelannya. Anak-anak itu keluar dari perut ayahnya sebagai orang yang telah tumbuh dewasa. Nama-nama mereka adalah Poseidon, Hades, Hera, Demeter, dan Hestia. Mereka adalah saudara dari Zeus, dan mereka sangat gembira bisa bertemu satu sama lain. Walaupun mereka senang karena telah bebas, keenam bersaudara itu menyadari bahwa mereka harus melakukan sesuatu, atau ayah mereka akan menelan mereka lagi. Dengan cepat mereka melarikan diri ketika ayahnya masih merintih kesakitan sambil memegangi perutnya.

Para dewa-dewi muda ini melarikan diri ke Gunung Olympus untuk menghindari ayahnya yang marah, dan karena mereka menyatakan bahwa Gunung Olympus sebagai rumah mereka, para dewa-dewi muda ini pun alu disebut sebagai The Olympians. Setelah mereka telah lari dengan selamat, para Olympian secepatnya membuat sebuah rencana. Saat itu juga, mereka mengumumkan perang dengan Cronus dan para Titan yang lain. Para dewa-dewi muda ini ingin mengatur dunia di tempat ayahnya. Dan usaha mereka pun mengandung dua tujuan: disaat mereka berperang untuk menjadi pengatur bumi, disaat yang sama mereka pun berusaha mempertahankan hidupnya, karena mereka tahu bahwa Cronus akan menelan mereka lagi jika dia punya kesempatan untuk melakukannya.

Dan sebuah peperangan besarpun dimulai. Awalnya, kelihatannya para Titan akan menang dan tetap menjadi penguasa di bumi. Para dewa Olympian muda merasa kalah jumlah dan kalah kuat. Hal ini mulai berbalik ketika beberapa Titan berpindah sisi dan bertarung bersama Zeus dan saudara- saudaranya. Prometheus, putra dari Titan Themis dan Iapetus, adalah salah satu dari Titan yang berpindah sisi. Nama Prometheus berarti “seseorang yang berpikir ke depan,” dan dengan kemampuannya untuk melihat masa depan, maka dia dapat mengetahui bahwa para Titan akan kalah dalam perang ini. Prometheus dan saudaranya Epimetheus menolak untuk berperang melawan para Titan karena terawangannya itu.

Para Cyclope dan Yang Bertangan Seratus juga bergabung dengan Para Olympian dalam perang mereka melawan para Titan. Mereka tidak merasa terikat dengan para Titan, dan mereka percaya bahwa para dewa Olympian akan memerintah dengan lebih adil. Zeus meminta pada para Cyclope untuk membuatkan senjata untuk pasukannya, dan para pandai besi hebat ini membuatkan untuk setiap dewa. Untuk Zeus, sang pemimpin, para Cyclope membuat sebuah halilintar, yang bisa dilemparkan dari jarak yang jauh dengan kekuatan yang besar. Untuk Poseidon, mereka membuat Trisula (Trident), atau tombak bercabang tiga, yang bisa mengalahkan setiap musuh. Akhirnya, mengetahui bahwa musuh datang dari berbagai jenis dan bentuk, para Cyclope membuatkan Hades sebuah helm yang dapat membuatnya tak terlihat, yang bahkan mata abadi Cronus dan para Titan tidak akan bisa melihatnya jika dia mengenakan helm itu.

Perang antara para Titan dan para Olympian berjalan dengan parah. Dengan bantuan dari Yang Bertangan Seratus, yang berperang dengan berani dan tak kenal lelah, tak lama kemudian, para Olympian dapat mendesak para Titan untuk menyerah. Setelah para Titan telah benar-benar menyerah, Zeus menantang Cronus bertarung tanpa senjata. Pemenangnya akan mengambil alih Gunung Olympus, yang mana para Titan masih mengklaimnya sebagai milik mereka. Setelah tiga kali mengalahkan Cronus, Zeus pun mendeklarasikan bahwa para dewa Olympian lah pemenangnya.

Setelah peperangan, para Olympian mengirimkan hampir semua Titan ke Tartarus untuk dikurung selamanya. Mereka pun membangun gerbang dari perunggu di mulut Tartarus, dan Yang Bertangan Seratus ditempatkan diluarnya sebagai penjaga. Atlas, salah seorang anak dari Iapetus dan Thermis, yang telah memimpin para Titan dalam peperangan, mendapatkan hukuman tersendiri. Dia dipaksa untuk menopang dunia di punggung nya untuk selamanya. Hukuman ini merupakan hukuman yang jauh lebih buruk daripada dipenjara di Tartarus

Cronus, pemimpin terdahulu dari alam raya, tidak dikirim ke Tartarus bersama dengan saudaranya. Walaupun Cronus telah menelan anak-anaknya, Zeus dan para Olympian tidak mau membunuhnya karena dendam. Cronus akhirnya diusir untuk tinggal di Pulau Mati (the Island of the Dead), untuk selamanya. Walaupun sebenarnya ia ingin menghancurkan para dewa Olympian, namun Cronus yang telah dikalahkan dan diasingkan, mengirimkan mimpi pada anaknya, Zeus, untuk membimbingnya dari jauh.

Setelah semua hukuman telah diberikan, Zeus, Hades dan Poseidon membuat kesepakatan untuk menetapkan siapa yang akan mengatur setiap bagian dari bumi. Hades dijadikan penguasa dari yang mati dan neraka (Undeworld), yang kadang neraka itu disebut Hades untuk menghomatinya. Poseidon mendapatkan kendali terhadap semua lautan dan semua air yang ada di bumi. Zeus dijadikan penguasa langit, dan karena langit menaungi apapun yang ada di muka bumi, maka dia menjadi raja, atau ayah, dari para dewa.

Setelah keputusan pentig itu dibuat, dewa Olympian yang lain juga diberikan bagiannya. Demeter dijadikan dewi pertanian dan semua tumbuh-tumbuhan. Hestia menjadi dewi perapian, atau api unggun, dan tempat tinggal. Hera pun melindungi tempat tinggal dan menjadi dewi perkawinan dan kelahiran setelah dia menikahi saudaranya, Zeus.


Setelah para Olympian telah mengalahkan para Titan dan mendapatkan tugas barunya masing-masing, mereka pun akhirnya memiliki anak. Beberapa dari dewa-dewa lahir dengan cara yang tidak biasa. Misalnya Athena, yang terlahir dari samping kepala Zeus. Dia dijadikan dewi kebijaksanaan dan pelindung Athen. Hera lalu hamil dengan sendirinya dan melahirkan Haphaestus. Haphaestus adalah dewa dari api dan dia pun dijadikan pandai besi dari para dewa. Ares adalah anak dari Hera dan Zeus, dan dia dijadikan dewa perang. Apollo, dewa cahaya dan musik, dan saudara kembarnya, Artemis, gadis dewi perburuan, adalah anak dari Leto, yang merupakan anak dari Titan Phoebe dan Coeus. Dewi cinta dan keindahan/kecantikan, Aphrodite, lahir dengan cara yang tidak biasa: dia terlahir dari ombak lautan.

Hemes merupakan anak lain dari Zeus. Ibunya adalah Maia, salah satu anak dari Atlas. Hermes tumbuh dengan sangat cepat dan dia bisa berlari sangat cepat, bahkan ketika dia masih bayi. Nantinya, dia dijadikan pembawa pesan resmi dari para dewa karena dia sangat cepat. Dia seringkali digambarkan dengan sayap di topi dan sandal nya, dan karena dia selalu bergerak, dia menjadi pelindung dari para pelancong.

Dewa-dewa itu dan yang lainnya hidup di Gunung Olympus setelah kemenangan mereka atas para Titan. Dari ketinggian gunung ini, para penguasa baru dapat melihat ke bawah, ke semua daerah di Yunani dan mengawasi dunia, untuk penguasaan yang telah mereka rebut dengan susah payah.
==============================

Perang Salib Dari Awal-Akhir


Perang Salib Dari Awal-Akhir
perang salib Perang Salib; Bagaimana Awal & Akhirnya

SAMPAI abad ke-11 M, di bawah pemerintahan kaum Muslimin, Palestina merupakan kawasan yang tertib dan damai. Orang-orang Yahudi, Nasrani, dan Islam hidup bersama. Kondisi ini tercipta sejak masa Khalifah Umar bin Khattab (638 M) yang berhasil merebut daerah ini dari kekaisaran Byzantium (Romawi Timur). Namun kedamaian itu seolah lenyap ditelan bumi begitu Tentara Salib datang melakukan invasi.

300


300

1. Utusan PERSIANS yang didorong masuk ke dalam sumur sebetulnya bukan utusan King Xerxes, melainkan peristiwa itu terjadi pada masa pemerintahan King Darius, ayah dari Xerxes yang pernah